Peringatan Maulid Nabi di Dusun Gesing Berlangsung Khidmat, Jamaah Diajak Memperkuat Cinta kepada Rasulullah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Gesing, Desa Randupitu, berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan desa, pemuda, serta ratusan jamaah.
Kegiatan yang digelar pada hari Senin, 31 Agustus 2026 oleh keluarga besar Pondok Pesantren Minhajul Falah bersama masyarakat Dusun Gesing tersebut diisi dengan rangkaian pembacaan sholawat, Maulid Nabi, tahlil, sambutan, serta mauidah hasanah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat dan doa yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, para ulama, serta para pendahulu yang telah berjasa dalam perjuangan agama. Jamaah juga bersama-sama memanjatkan doa bagi keluarga yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya pengasuh Pondok Pesantren Minhajul Falah, KH Syukron Wafa, bersama Gus Muhammad As'ad, serta pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Asamadiyah Sukorejo, Dr. Agus H. Ahda Arafat, Lc., MA.
Hadir pula Kepala Desa Randupitu Muhammad Fuad, Ketua BPD beserta anggota, kepala dusun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, ketua RT dan RW, anggota LPM, para tokoh agama dan masyarakat, serta komunitas pemuda dan Banser yang membantu menjaga keamanan selama acara berlangsung.
Dalam sambutannya, KH Syukron Wafa menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang hadir. Ia mengajak jamaah untuk terus memperbanyak sholawat dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk kegembiraan dan kecintaan kepada Rasulullah.
“Semoga kita semua yang hadir di malam yang mulia ini betul-betul diakui sebagai umat Baginda Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafaat beliau,” pesan KH Syukron Wafa.
Sementara itu, dalam mauidah hasanah, Dr. Agus H. Ahda Arafat mengangkat tema pentingnya mengenal Rasulullah sebagai bagian dari bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia menjelaskan bahwa seseorang yang mengaku mencintai Rasulullah hendaknya berusaha mengenal kehidupan, nama, sejarah, serta keteladanan beliau.
“Kalau ingin dikatakan sebagai orang yang cinta kepada Nabi, maka harus mengenal Nabi,” tutur Agus di hadapan jamaah.
Ia juga menjelaskan perbedaan istilah maulid dan maulud. Menurutnya, maulid berkaitan dengan momentum atau waktu kelahiran, sedangkan maulud merujuk pada sosok yang dilahirkan. Keduanya sama-sama berkaitan dengan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiah tersebut, jamaah juga diajak memahami makna pengorbanan. Agus menekankan bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas untuk Allah SWT tidak akan sia-sia.
Ia memberikan berbagai perumpamaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk proses pertumbuhan manusia sejak berada dalam kandungan hingga dewasa. Menurutnya, kehidupan manusia selalu mengalami perubahan dan perpisahan dari suatu kenikmatan menuju kenikmatan lainnya.
“Panjenengan datang ke pengajian, mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya. Insyaallah semuanya akan mendapatkan balasan dari Allah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar setiap kegiatan keagamaan dilakukan dengan keikhlasan, termasuk ketika membawa makanan atau sedekah dalam rangka peringatan Maulid Nabi.
Menurutnya, makanan yang diberikan dalam kegiatan Maulid hendaknya tidak disia-siakan. Jika seseorang tidak membutuhkan atau tidak mampu menghabiskannya, makanan tersebut dapat diberikan kepada orang lain sehingga keberkahannya dapat dirasakan lebih luas.
Di akhir tausiah, Agus mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, memperbanyak sholawat, memperbaiki ibadah, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
“Mudah-mudahan kita menjadi orang yang disayangi dan dicintai Nabi, diakui sebagai umat Nabi, mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW, dan dikumpulkan bersama beliau di surga Allah SWT,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH Abdul Khaliq. Jamaah memanjatkan doa agar peringatan Maulid Nabi membawa keberkahan, ilmu yang bermanfaat, serta kebaikan bagi masyarakat dan keluarga.
Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Panitia berharap tradisi peringatan Maulid Nabi di Dusun Gesing dapat terus dilaksanakan dan semakin mempererat silaturahmi serta kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin